(0271) 711601
kelsumber2020@gmail.com

11-10-2026

WIB

 Admin Kelurahan Sumber

 09-07-2026  12:17:24 WIB | Dibaca 1 Kali

Kegiatan Advokasi Pengolahan dan Pemilahan Sampah Bersama Anak-Anak Kelurahan Sumber dalam Kolaborasi Internasional Prodi Arsitektur UNS
Icon

Surakarta - Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Pusat Studi Jepang (PSJ) UNS menyelenggarakan serangkaian program pengabdian masyarakat berskala internasional, bekerja sama dengan mahasiswa Rotterdam University of Applied Sciences (RUAS), Belanda. Lima mahasiswa RUAS bergabung dengan mahasiswa Prodi Arsitektur dari Laboratorium Urban Rural Design & Conservation (URDC) FT UNS dalam kegiatan berkelanjutan di Kelurahan Sumber. Program ini telah berjalan sejak semester ganjil 2025 dan terus berlanjut hingga semester genap 2026. Kegiatan pengabdian internasional ini mencakup pemetaan partisipatif melalui metode GreenMap, dengan fokus pada pengelolaan sampah dan penguatan kesadaran lingkungan warga, serta advokasi pembuatan pupuk organik lewat komposting dan pemilahan sampah anorganik. Sasaran utama kegiatan adalah anak-anak dan remaja yang tinggal di kawasan permukiman sepanjang Sungai Sumber, Sungai Gadjah Putih, dan Sungai Kali Pepe, ketiganya berada di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Program ini bermula dari temuan survei awal dan hasil Forum Group Discussion (FGD) yang menunjukkan bahwa kawasan permukiman di Sungai Sumber membutuhkan penanganan segera akibat tumpukan sampah di area bendungan RW 07. Kondisi ini menyebabkan aliran sungai tersumbat, meningkatkan risiko banjir, sekaligus menurunkan kualitas lingkungan permukiman sekitarnya.

FGD pertama digelar pada 28 Oktober 2025, dihadiri perwakilan warga dan pihak kelurahan, sebagai bagian dari proses pemetaan partisipatif dengan metode Green Map. Warga dilibatkan secara langsung melalui pengisian kuesioner dan penempelan ikon Green Map pada peta dasar untuk mengidentifikasi masalah sekaligus potensi lingkungan di sepanjang koridor Sungai Sumber dan Sungai Gajah Putih. Sebagai kelanjutan, FGD kedua berlangsung pada 13 Desember 2025 bersama warga RW 07, salah satu wilayah paling terdampak. Diskusi kali ini menyoroti evaluasi pengelolaan sampah, penguatan pemahaman warga terhadap isu lingkungan, serta perumusan solusi kontekstual yang bisa diterapkan secara berkelanjutan. Dari FGD ini terlihat adanya peningkatan kesadaran dan semangat warga untuk turut menjaga kebersihan sungai, meski dukungan fasilitas dan kolaborasi antarpihak masih perlu ditingkatkan.

Kegiatan berikutnya berupa workshop praktik pengolahan sampah organik dan anorganik yang diadakan pada 22 Desember 2025 di Taman Cerdas Sumber, diikuti oleh 25 anak dari Komunitas Peduli Sungai. Workshop ini bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui edukasi pemilahan sampah, praktik pembuatan kompos, dan daur ulang ember bekas menjadi tempat sampah.

Advokasi pengabdian masyarakat berlanjut memasuki tahun 2026. Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi, pada Sabtu 25 April 2026 di Balai Pertemuan RT 03 RW 01, diadakan kegiatan advokasi lanjutan mengenai pemahaman pengelolaan sampah sekaligus evaluasi atas praktik pembuatan kompos organik yang sudah dilakukan pada Desember tahun sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang sama, yakni 18 anak yang sebelumnya sudah mengikuti workshop praktik di semester lalu. Hasilnya, peserta sudah cukup memahami cara memilah sampah, namun pemahaman mereka terhadap pembuatan kompos organik masih perlu diperdalam. Karena itu, kegiatan selanjutnya direkomendasikan untuk lebih menekankan praktik kerja langsung dalam pengelolaan sampah. Momentum Hari Bumi dipilih secara simbolis untuk menegaskan komitmen program terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem, khususnya di kawasan bantaran Sungai Sumber.

Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berfokus pada pemetaan partisipatif dan advokasi lingkungan, terutama dalam penanganan masalah sampah di kawasan aliran Sungai Sumber, di bawah bimbingan dosen pengampu Dr. Eng. Kusumaningdyah Nurul Handayani, S.T., M.T., sebagai bagian dari skema Pengabdian Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) 2025 - LPPM UNS. Tim mahasiswa yang terlibat antara lain Tjin Groot, Ilias Engel, Kiki Gerritje, Joost Gerardurs, Bartolomeo Pietro Giuseppe Contarini, Aurellia Nadine Alexandra, Chiki Satria Perdana, Faiz Hanuraga Febrianta Prayudhi, Levania Puspa Dewi Hasibuan, dan Yusuf Eka Farras. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan tercipta kolaborasi berkelanjutan antara akademisi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan perkotaan, khususnya di kawasan bantaran sungai.