11-10-2026
WIB
Admin Kelurahan Sumber
02-06-2026 08:24:10 WIB | Dibaca 2 Kali
Ormawa KSR PMI Unit
UNS
Bekerja sama dengan Kelurahan Sumber Menyelenggarakan Sosialisasi dan Budidaya
Maggot sebagai Pengelolaan Sampah dan Penguatan Ekonomi Desa: Mendukung SDGs 3
dan SDGs 17
Dalam upaya
meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah
organik yang ramah lingkungan, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan
budidaya maggot yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu, 23–24 Mei
2026, di Kelurahan Sumber. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, dengan tujuan
memberikan edukasi mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau
maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang efektif, ekonomis, dan
berkelanjutan.
Kegiatan diawali
dengan sesi sosialisasi mengenai permasalahan sampah organik yang terus
meningkat di lingkungan masyarakat. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan
bahwa sampah organik rumah tangga seringkali menjadi penyebab pencemaran
lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, budidaya maggot
diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah yang mampu
mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
Muhammad Ridwan
selaku Komandan KSR PMI Unit UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan
bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan budidaya maggot ini, kami berharap masyarakat
serta teman-teman dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah organik serta
mampu memanfaatkan maggot sebagai solusi yang bermanfaat bagi lingkungan”
ujarnya.
Hal senada juga
disampaikan oleh Muhammad Fariz Dzulfikar selaku Ketua Pelaksana yang
menuturkan bahwa antusiasme peserta menjadi salah satu indikator positif
keberhasilan kegiatan. “Kami melihat masyarakat sangat tertarik dengan budidaya
maggot karena selain mudah diterapkan, hasilnya juga memiliki nilai guna yang
tinggi. Harapannya kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara
berkelanjutan,” jelasnya.
Setelah sesi
sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan budidaya maggot secara
langsung. Pada tahap ini, masyarakat diperlihatkan cara menyiapkan media
budidaya, proses pemberian sampah organik sebagai pakan maggot, hingga teknik
perawatan agar budidaya dapat berjalan dengan optimal. Antusiasme masyarakat
terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan aktif selama praktik
berlangsung.
Lela Utama Suri,
S.T selaku Kasi Pembangunan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari “Lewat
budidaya maggot ini, harapannya masyarakat bisa lebih sadar buat mengelola
sampah organik dari rumah. Jadi, sampah harian tidak langsung berakhir di TPS
Putri Cempo. Dengan bantuan maggot, sampah-sampah tadi bisa disulap jadi produk
yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain membuat lingkungan lebih bersih
dan sehat, cara ini juga efektif buat mengurangi penumpukan sampah,” ungkapnya.
Melalui kegiatan
ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa pengelolaan sampah organik
tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi
peluang usaha yang bernilai ekonomis. Budidaya maggot diharapkan mampu menjadi
langkah nyata dalam mendukung pengurangan sampah organik sekaligus meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara
berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan budidaya maggot ini menjadi salah satu
bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat,
dan produktif melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diterapkan di
kehidupan sehari-hari.