(0271) 711601
kelsumber2020@gmail.com

11-10-2026

WIB

 Admin Kelurahan Sumber

 02-06-2026  08:24:10 WIB | Dibaca 2 Kali

Ormawa KSR PMI Unit UNS Bekerja sama dengan Kelurahan Sumber Menyelenggarakan Sosialisasi dan Budidaya Maggot sebagai Pengelolaan Sampah dan Penguatan Ekonomi Desa: Mendukung SDGs 3 dan SDGs 17
Icon

Ormawa KSR PMI Unit UNS Bekerja sama dengan Kelurahan Sumber Menyelenggarakan Sosialisasi dan Budidaya Maggot sebagai Pengelolaan Sampah dan Penguatan Ekonomi Desa: Mendukung SDGs 3 dan SDGs 17

 

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi dan budidaya maggot yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu, 23–24 Mei 2026, di Kelurahan Sumber. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan.

 

Kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi mengenai permasalahan sampah organik yang terus meningkat di lingkungan masyarakat. Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa sampah organik rumah tangga seringkali menjadi penyebab pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, budidaya maggot diperkenalkan sebagai salah satu alternatif pengolahan sampah yang mampu mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.

 

Muhammad Ridwan selaku Komandan KSR PMI Unit UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat. “Melalui kegiatan sosialisasi dan budidaya maggot ini, kami berharap masyarakat serta teman-teman dapat memahami pentingnya pengelolaan sampah organik serta mampu memanfaatkan maggot sebagai solusi yang bermanfaat bagi lingkungan” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Fariz Dzulfikar selaku Ketua Pelaksana yang menuturkan bahwa antusiasme peserta menjadi salah satu indikator positif keberhasilan kegiatan. “Kami melihat masyarakat sangat tertarik dengan budidaya maggot karena selain mudah diterapkan, hasilnya juga memiliki nilai guna yang tinggi. Harapannya kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan,” jelasnya.

 

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan budidaya maggot secara langsung. Pada tahap ini, masyarakat diperlihatkan cara menyiapkan media budidaya, proses pemberian sampah organik sebagai pakan maggot, hingga teknik perawatan agar budidaya dapat berjalan dengan optimal. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keterlibatan aktif selama praktik berlangsung.

 

Lela Utama Suri, S.T selaku Kasi Pembangunan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari “Lewat budidaya maggot ini, harapannya masyarakat bisa lebih sadar buat mengelola sampah organik dari rumah. Jadi, sampah harian tidak langsung berakhir di TPS Putri Cempo. Dengan bantuan maggot, sampah-sampah tadi bisa disulap jadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain membuat lingkungan lebih bersih dan sehat, cara ini juga efektif buat mengurangi penumpukan sampah,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa pengelolaan sampah organik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomis. Budidaya maggot diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mendukung pengurangan sampah organik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan sosialisasi dan budidaya maggot ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan produktif melalui pemanfaatan teknologi sederhana yang mudah diterapkan di kehidupan sehari-hari.